Aksara
Halo namaku Shafana agata, aku anak SMA biasa. Nilai yang tidak terlalu tinggi, pertemanan yang biasa saja. hari ini aku harus bertemu Aksara, manusia paling sibuk di dunia ini. Aksa ini anaknya teman mami ku. Aksa anaknya sangat sibuk ia adalah ketua osis, ketua club basket dan ketua paskibra di sekolah ku. Namun, aku tidak terlalu dekat dengannya karna menurutku dia membosankan. Cara mengobrol dia dengan jokes bapak bapak membuat ku muak. Mami ku sangat bangga pada aksa, padahal ia memiliki anak yang cantik jelita sepertiku. Kata mami aksa adalah cowo idaman perempuan, tapi tidak bagiku. Ia adalah manusia membosankan yang hanya bisa sibuk berorganisasi. Kali ini aku bertemu dia di rumah tante darla mama dari aksara. Aku sudah memperkirakan disana pasti aku akan bosan mendengarkan gosipan ibu - ibu. Perajalan kesana butuh 20 menit dari rumah ku kami pergi menggunakan mobil ayahku. Sesampainya kami disana aku menyapa tante darla. Tante darla langsung memanggil aksara untuk menemaniku. Aksara pun datang, ia masih terlihat kaku meski tidak memakai seragam. "Halo aksa" Sapa ku agar tidak terlalu canggung. Hari itu kami di suruh untuk berbelanja bahan bahan karena mami ku dan mama akaa akan membuat kue. Aku dan aksa pergi dengan motor. Lelah rasanya berjalan tanpa interaksi seperti ini. Di perjalanan aku hanya mendengarkan musik dengan earphone ku yang sudah terpasang di telinga. Aksa diam seribu bahasa dan fokus menyetir. sungguh membosankan. Akhirnya kami sampai si swalayan dan membeli barang barang yang mami butuhkan. Aksa bisa dibilang sangat gentelmen sih untuk hal ini. Ia membawakan semua belanjaan ke mobil. Namun, tiba tiba ia mengajak ku bermain. Seorang aksa mengajakku bermain rasanya seperti hal yang tidak mungkin. Aku tau ia sangat tidak suka membuang waktu. Namun kali ini ia menyempatkan untuk bermain maka itu aku mengiyakan ajakannya. "Kita mau main kemana?" Tanya ku "kita pergi ke timezone" Jawabnya. Dan akhirnya kita bersenang senang di sana. Dan ia bercerita banyak tentang organisasinya yang banyak masalah walaupun aku tidak bisa membantu aku siap mendengarkannya. Dan sekarang aku tahu mengapa ia sangat pendiam saat berada di dekatku. Karena ia takut membuat aku terganggu dengan ocehannya. Akhirnya kami pun bisa berteman
Komentar
Posting Komentar